Ajakan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bekasi, Robet Suwandi, ketika membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh perempuan lintas agama dan organisasi kemasyarakatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Cikarang, Jababeka I, Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Mengusung tema “Perempuan Hebat, Toleransi Kuat, Merawat Kerukunan dalam Bingkai Moderasi Beragama”, forum tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kontribusi perempuan dalam memelihara persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Bekasi.
FGD Jadi Ruang Penguatan Moderasi Beragama di Kabupaten Bekasi
Kegiatan diskusi menghadirkan Ani Rukmini, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, serta M. Harun Al Rasyid, Wakil Rektor IV sekaligus dosen dan Direktur LPPM Universitas Islam 45 Bekasi.
Pertemuan ini menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, tokoh perempuan, pemuka agama, akademisi, dan organisasi masyarakat dalam membangun lingkungan sosial yang aman dan damai.
Keberagaman menjadi kekuatan masyarakat
Kabupaten Bekasi memiliki masyarakat dengan latar belakang agama, suku, budaya, kondisi sosial, dan organisasi yang beragam. Keadaan tersebut merupakan kekuatan yang dapat mendukung kehidupan bersama apabila diiringi sikap saling menghormati.
Robet Suwandi menekankan bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, keberagaman perlu dirawat melalui komunikasi yang terbuka, pemahaman timbal balik, serta kesediaan untuk menghargai keyakinan dan pandangan orang lain.
Menurutnya, upaya menjaga kerukunan harus dilakukan secara bersama-sama agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik sosial.
Perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga harmoni
Perempuan dinilai mempunyai peran penting dalam membangun kerukunan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dalam keluarga, perempuan berkontribusi terhadap pendidikan karakter anak dan penanaman nilai saling menghargai sejak dini. Di lingkungan sosial, perempuan dapat menjadi penghubung antarkelompok, penggerak kegiatan kemasyarakatan, serta penyampai pesan perdamaian.
Karena itu, keterlibatan tokoh perempuan dari berbagai agama dinilai penting untuk memperluas dialog, membangun kepercayaan, dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
Moderasi Beragama Bukan Berarti Mengurangi Keyakinan
Salah satu pesan utama dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya memahami moderasi beragama secara tepat.
Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan seseorang terhadap agama yang dianut. Konsep ini menekankan sikap adil, seimbang, menghormati perbedaan, menolak kekerasan, dan mengutamakan nilai kemanusiaan serta persatuan.
Menghargai perbedaan tanpa meninggalkan keyakinan
Masyarakat dapat menjalankan ajaran agama masing-masing sekaligus menghormati hak orang lain untuk beribadah sesuai keyakinannya.
Sikap tersebut menjadi landasan penting dalam menciptakan lingkungan yang memungkinkan seluruh warga hidup berdampingan secara damai.
Pemahaman moderasi beragama juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara berkomunikasi, menyikapi perbedaan pendapat, hingga membangun hubungan sosial dengan warga yang memiliki latar belakang berbeda.
Tokoh perempuan diharapkan menyebarkan pesan perdamaian
Tokoh perempuan lintas agama diharapkan menjadi penggerak yang menyampaikan nilai toleransi dan persaudaraan kepada lingkungan masing-masing.
Peran ini dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial bersama, dialog lintas agama, kerja sama antarorganisasi, serta keterlibatan dalam penyelesaian persoalan sosial.
Dengan komunikasi yang baik, perempuan dapat membantu mencegah kesalahpahaman sekaligus membangun hubungan yang lebih erat antarkelompok masyarakat.
Perempuan Didorong Aktif Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian
Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi upaya menjaga kerukunan. Informasi yang tidak benar, provokasi, ujaran kebencian, dan narasi yang mempertentangkan identitas dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial.
Jika tidak disikapi secara bijaksana, informasi tersebut berpotensi menimbulkan keresahan dan memperbesar kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Literasi digital menjadi bagian penting dari toleransi
Robet Suwandi mendorong perempuan agar berperan sebagai penggerak literasi digital dan penyebar pesan perdamaian.
Langkah tersebut dapat dilakukan dengan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menghindari konten yang memancing permusuhan, dan menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat.
Perempuan juga dapat membantu keluarga dan lingkungan sekitar agar lebih kritis dalam menerima informasi, terutama konten yang menyudutkan kelompok tertentu berdasarkan agama, suku, atau identitas sosial.
Media sosial dapat digunakan untuk memperkuat persaudaraan
Ruang digital tidak hanya menjadi tempat penyebaran informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.
Pesan positif, cerita kolaborasi, kegiatan sosial bersama, dan edukasi mengenai keberagaman dapat membantu membangun pemahaman yang lebih baik.
Dengan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab, tokoh perempuan lintas agama diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan suasana yang lebih sejuk dan mencegah berkembangnya konflik akibat informasi yang menyesatkan.
Pemkab Bekasi Tekankan Pentingnya Kolaborasi Seluruh Elemen Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan bahwa menjaga kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Upaya tersebut membutuhkan partisipasi berbagai unsur masyarakat.
Tokoh agama, tokoh perempuan, organisasi kemasyarakatan, akademisi, pemuda, dan warga mempunyai peran masing-masing dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Kerja sama diperlukan untuk mencegah konflik sosial
Kolaborasi antarkelompok dapat dilakukan melalui dialog rutin, kegiatan sosial bersama, pertukaran informasi, serta penyelesaian persoalan melalui musyawarah.
Komunikasi yang terbuka memungkinkan perbedaan diselesaikan sebelum berkembang menjadi perselisihan yang lebih besar.
Selain itu, keterlibatan berbagai pihak dapat membantu pemerintah memahami kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat upaya menjaga ketertiban dan keharmonisan di tingkat lokal.
Kerukunan mendukung pembangunan daerah
Lingkungan yang aman dan kondusif merupakan salah satu faktor penting bagi kelancaran pemerintahan dan pembangunan.
Ketika masyarakat mampu menjaga hubungan yang baik, berbagai program pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan lebih optimal.
Karena itu, toleransi tidak seharusnya berhenti sebagai slogan. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menghargai perbedaan, saling membantu, menjaga komunikasi, dan bekerja sama untuk kepentingan bersama.
Perempuan Hebat sebagai Pelopor Perdamaian di Kabupaten Bekasi
Melalui kegiatan FGD tersebut, Pemkab Bekasi berharap semakin banyak perempuan yang terlibat dalam menjaga kerukunan dan mendorong moderasi beragama di lingkungan masing-masing.
Perempuan diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari komunitasnya sendiri, tetapi juga mampu menjembatani hubungan antarkelompok dengan membangun komunikasi dan persaudaraan.
Upaya tersebut penting untuk memastikan bahwa masyarakat dengan latar belakang yang berbeda tetap dapat hidup berdampingan secara damai.
Mewujudkan Kabupaten Bekasi sebagai rumah bersama
Kabupaten Bekasi diharapkan menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi seluruh warga untuk menjalankan keyakinan, membangun kehidupan sosial, dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Semangat kebersamaan perlu diwujudkan melalui penghormatan terhadap hak setiap orang, penolakan terhadap kekerasan, dan kesediaan menyelesaikan perbedaan secara damai.
Melalui peran aktif tokoh perempuan lintas agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat, upaya menjaga toleransi di Kabupaten Bekasi diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajak tokoh perempuan lintas agama dan organisasi kemasyarakatan untuk menjadi pelopor toleransi, penjaga kerukunan, serta penggerak moderasi beragama.
Ajakan tersebut disampaikan dalam FGD yang diselenggarakan di Cikarang Utara pada 19 Agustus 2026. Kegiatan ini menekankan pentingnya peran perempuan dalam pendidikan keluarga, penguatan komunikasi sosial, pencegahan penyebaran hoaks, dan pembangunan persaudaraan lintas agama.
Melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, toleransi diharapkan tidak hanya menjadi gagasan, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari. Dengan demikian, Kabupaten Bekasi dapat terus mengembangkan kehidupan masyarakat yang damai, inklusif, dan saling menghormati di tengah keberagaman.
Sumber: Pemerintah Kabupaten Bekasi, “Pemkab Bekasi Ajak Tokoh Wanita Lintas Agama Jadi Pelopor Toleransi dan Kerukunan”.

